MAKALAH KARYA TULIS ILMIAH
Penyebab Petani Gagal Panen
Ditujukan untuk memenuhi nilai salah satu tugas
Mata pelajaran bahasa indonesia
Guru pembimbing bu Nuraeni, S.E
Disusun oleh:
Dwi Intan Pratiwi
KELAS : XI IPA 6
SMAN 1 CIKAMPEK
2010-2011
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR ……………………………………….. i
DAFTAR IsI …………………………………………… ii
BAB I .PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………………………… 1
1.2 Perumusan Masalah …………………………….. 1
1.3 Tujuan Penelitian …………………………….. 2
1.4 Ruang Lingkup Penelitian ………………………. 2
1.5 Manfaat Penelitian…………………………….. 2
1.6 Pembatasan Masalah………………………………………….. 2
1.7 Sistematika Penyajian…………………………………………. 3
BAB II .LANDASAN TEORI
2.1 Teori Mengenai Tanaman Padi……………………… 4
BAB III .METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ………………………………. 5
3.1.1 Hasil Penelitian ……………………………. 5
3.1.2 Pengumpulan Data …………………………….. 5
3.1.3 Cara Obserfasi ………………………………. 8
4.1 Analisis Penelitian ……………………………. 8
4.1.1 Gagal Panen Bagi Petani ………………………. 8
4.1.2 Faktor-Faktor Gagal Panen …………………….. 9
4.1.3 Bibit Padi ………………………………….. 10
4.1.4 Terserang Hama Dan Penyakit……………………. 10
4.2.Cara Mengatasi Gagal Panen ……………………… 11
4.2.1 Pengolahan Tanah …………………………….. 11
4.2.2 Pembuatan Benih ……………………………… 11
4.2.3 Penanaman …………………………………… 11
4.2.4 Pemeliharan …………………………………. 11
4.2.5 Cara Pemberian Pupuk …………………………. 12
BAB IV .HASIL PENELITIAN
5.1 hasil dari penelitian ………………………….. 13
BAB V .KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan ……………………………………. 14
6.2 Saran ………………………………………… 14
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah, penulis ucapkan kehadirat allah swt, yang telah memberikan rahmat dan karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan masalah ini yang bertujuan untuk memenuhi tugas mata pelajaran bahasa indonesia yang di berikan oleh ibu Nuraeni,S.E selaku guru bahasa Indonesia.
Makalah ilmiah ini penulis buat dengan judul “Penyebab petani gagal panen” penulis menyadari bahwa makalah ilmiah ini masih jauh baik dari kesempurnaan baik dari isi, susunan baik kelengkapannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari ibu Nuraeni,S.E selaku pembimbing dan para pembaca yang sekiranya dapat menyempurnakan makalah ini.
Atas saran dan kritiknya penulis ucapkan terima kasih.
Kota Baru, Juni 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan Negara agraris. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga, tanaman padi merupakan makanan pokok bagi Negara Indonesia. Namun, sering kali para petani mengalami gagal panen hal ini disebabkan karena adanya penyakit dan hama yang menyerang tanaman padi. Oleh karena itu, kami mengangkat masalah ini agar dapat mengetahui dampak-dampak dan faktor-faktor petani gagal panen.
Jenis-jenis penyakit di antara lainnya adalah: Hawur Daun Bakteri (HDB), Tungro, Blas, Penggerek Batang Padi (PBP), Wereng Batang Coklat (WBC).
Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit kresek yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat. Penyakit telah berkembang pada musim hujan maupun musim kemarau yang basah.
Tungro merupakan pertumbuhan tanaman yang terhambat, kerdil dan jumlah anakan berkurang.
Blas merupakan penyakit busuk leher (Blas leher malai).
Penggerek Batang Padi (PBP) merupakan hama yang sangat penting pada padi dan sering menimbulkan kerusakan yang menurunkan hasil secara nyat.
Wereng Batang Coklat (WBC) muncul menjadi hama penting di Indonesia akibat penggunaan Insektisida secara berlebihan.
1.2 Perumusan Masalah
Dari penelitian yang kami lakukan dapat kami rumuskan sebagai berikut
1. Apa yang menyebabkan petani gagal panen?
2. Penyakit-penyakit apa saja yang menyerang tanaman padi?
3. Apa dampak dari terserangnya penyakit yang menyerang padi?
4. Bagaimana cara untuk mengatasi penyakit yang menyerang padi?
1.3 Tujuan Penelitian
Meningkatkan hasil panen agar para petani tidak mengalami gagal panen yang biasanya di sebabkan oleh penyakit-penyakit yang menyerang tanaman padi. Oleh karena itu, tujuan penelitian kami ini adalah agar kami dapat mengetahui apa saja jenis penyakit-penyakit yang menyerang padi yang dapat mengakibatkan petani gagal panen dan bagaimana cara untuk dapat mengndalikan atau mencegah penyakit yang menyerang padi tersebut.
1.4 Ruang Lingkup Penelitian
Sawah yang terdapat pada balai penelitian penyakit tumbuhan di daerah jati sari, kabupaten karawang kami bandingkan dengan sawah di sekitar desa karang salam Rt 04/05 kecamatan kota baru, ternyata sawah yang berada di daerah karang salam Rt 04/05 kecamatan kota baru tersebut sawahnya terserang penyakit sehingga mengakibatkan padi yang berkualitas rendah dan menyebabkan penurunan hasil panen.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut yaitu :
- Dapat mengetahui jenis-jenis penyakit tanaman padi.
- Dapat mengetahui dampak fisiologi dan morfologi yang tanaman padi yang terserang penyakit.
- Dapat mengetahui cara pengendalian tanaman padi.
1.pembatasan masalah
- mengapa petani pengalami gagal panen
- apa yang mengakibatkan hal tersebut
- apa saja nama penyakit penyerang padi
1.7 Sistematika Pengajian
BAB I .PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Ruang Lingkup Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
1.6 Pembatasan Masalah
1.7 Sistematika Penyajian
BAB II .LANDASAN TEORI
2.1Teori Mengenai Tanaman Padi
BAB III .METODe PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Analisis Data
BAB IV .HASIL PENELITIAN
5.1 hasil Dari Penelitian
BAB V .KESIMPULAN DAN SARAN
6.1Kesimpulan
6.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
TEORI PENELITIAN
2.1 Teori Mengenai Tanaman Padi
Tanaman padi merupakan tanaman pokok untuk keperluana hidup, namun ia harus menghadapi berbagai tantangan dan kendala.baik berupa fisik, sosial/ekonomi dan biologis yang mengancam keberhasilan produksinya1. Salah satu yang menyebabkan petani gagal panen adalah kendala biologis yag sangat penting ialah adanya berbagai spesies organisme, yang biasanya disebut organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyerang tanaman budidaya tersebut sehingga dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi , atau bahkan meengalami gagal panen2. Dalam mengatisipasi terjadinya ledakan OPT maka perlu dilakukan pengamatam rutin, peramalan dan cara-cara pengendalian yang sesuai dengan konsep PHT 3.
Catatan kaki
1. tim buletin peramalan, hal 3 edisi tahun 2006
2. tim buletin peramalan, hal 4 edisi tahun 2006
3. tim buletin peramalan, hal 3 edisi tahun2008
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penyusunan makalah ilmiah ini kami lakukan dengan cara melakukan penelitian secara wawancara , mengumpulkan data , observasi, eksperimen dan analisis.
Hasil Penelitian
3.1.1 Hasil wawancara
Karena biasanya hal itu dikarenakan oleh berbagai faktor seperti banyaknya kendala yang terjadi secara fisik, sosial/ekonomi, dan biologis yang dapat mempengaruhi hasil panen tersebut. Namun seringkali yang terjadi pada petani yang gagal panen adalah di sebabkan oleh kendala biologis yang disebabkan oleh penyakit- dan hama yang menyerang tanaman seperti : wereng batang coklat, penyakit blas, tungro.namun Hal itu dapat di atasi dengan waspadai OPT (organisme pengganggu tanaman) yang dapat merusak tanaman padi yang mengakibatkan petani gagal panen. Upaya yang harus dilakukan para petani adalah dengan cara mengantisipasi terjadinya ledakan PT (organisme pengganggu tanaman) maka perlu nelakukan pengamatan rutin dengan cara-cara pengendalian yang sesuai dengan konsep.
3.1.2 Hasil pengumpulan data
Macam –macam penyakit yang menyerang padi
Penggerek Batang Padi
Penggerek batang padi merupakan hama yang sangat penting pada padi dan sering menimbulkan kerusakan yang menurunkan hasil panen secara nyata.Terdapatnya penggerek di lapang dapat dilihat dari adanya telur di pertanaman,dan larva/ulat di dalam batang. Mekanisme kerusakannya adalah larva makan sistem pembuluh tanaman di dalam batang.
Pengendalian dini dengan pengumpulan kelompok telur (KT),pelestarian dan pelepasan parasitoid.Ambang ekonomi penngerek batang padi adalah = 1 KT/3 m2,intensitas = 5 % gejala tunas terserang.Perlu diketahui bahwa apabila kerusakan sudah terlihat parah maka tindakan pengendalian sudah terlambat.
Tungro
Gejala serangan tungro berupa pertumbuhan tanaman terhambat , kerdil , dan jumlah anakan berkurang , daun menguning sampai jingga dari mulai pucuk ke arah pangkal .Tanaman muda lebih rentan.Semakin muda umur tanaman terinfeksi , tanaman semakin menjadi kerdil dan produksinya semakin rendah.Apabila tanaman tua terinfeksi tidak menimbulkan gejala dan penurunan hasil , tetapi dapat menjadi sumber infeksi.Virus penyebaba penykit tungro dapat di tularkan oleh beberapa jenis wereng daun dengan tingkat efisiensi penularan yang bebeda , Nephotettix virescens paling tinggi efisiensi penulaannya.Nimfa dan serangan dewasa dapat menularkan virus.
Serangga yang menghisap pada tanaman padi mendapatkan virus dalam waktu yang singkat (kurang lebih 30 menit)Segera setelah itu serangga dapat menularkannya pada tanaman yang lain .Virus tidak dapat berkembang pada tubuh vektor .Vektor efektif menularkan virus paling lama 7 hari , setelah itu bila tidak lagi menghisap pada tanaman sakit vektor menjadi serangga bebas virus .Bila serangga dapat menghisap pada tanaman terinfeksi akan menjadi vektor aktif lagi.Efektifitas penularan virus akan hilang setelah ganti kulit.Telur tidaka tertular virus , meskipun serangga betina dewasa membawa virus tungro.Sumber serangan adalah singgang , gulma terutama teki dan eceng, bibit tanaman , dan padi liar yang telah terinfeksi virus .
Penyakit Blas (Pyriculria grisea)
Penyakit Blas menginfeksi tanaman padi pada setiap fase pertumbuhan , gejala khas pada daun yaitu bercakberbentuk belah ketupat lebar ditengah dan dan meruncing di kedua ujungnya.Ukuran bercak kira-kira 1,5 x 0,3 , 0,5 cm berkembang menjadi berwarna abu-abu pada bagian tengahnya.
Daun-daun pada varietas rentan bisa mati.Bercak penyakit blas sering sukar dibedakan dengan gejala bercak coklat Helminthosporium.
Blas dapat menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan. Infeksi bisa terjadi juga pada ruas batang dan leher malai yang disebut blas leher (neck blast).Leher malai yang terinfeksi berubah menjadi kehitam-hitaman dan patah,mirip gejala beluk oleh penggerek batang.Apabial blas leher terjadi , hanya sedikit malai yang berisi atau bahakan hampa.Pemupukan nitrogen dalam takaran tinggi dan cuaca yang lembab , terutama musim hujan , menguntungkan bagi terjadinya infek. di beberapa daerah cenderung terjadi peningkatan intensitas penyakit blas.
Cara pengendalaian :
• Penanaman varietas tahan di daerah endemis penyakit blas.
• Pengaturan jarak tanam dengan sisitem logowo.
• Penggunaan pupuk berimbang.
• Penggunaan pupuk mikro yang mengandung Cu,Ca,Mg dan S.
• Aplikasi fungisida efektif jika diperlukannya berbahan aktif.
• Pengaturan pengairan (intermitten) dan perlakuan benih.
3.1.3 cara obserfasi
Perbandingan padi yang terserang penyakit dengan padi yang sehat
Kriteria Tanaman padi yang tidak terserang hama Tanaman padi yang terserang hama
Bentuk Kokoh dan besar Layu dan kecil
Ukuran
kualitas Baik, bermutu dan hasil bagus Kurang baik, tidak bermutu
Kuantitas Hasil panen banyak Hasil panen sedikit
4.1 Analisis penelitianan
Dari metode-metode yang telah kami lakukan tersebut kamipun menganalisis mengapa hal-hal itu dapat mengakibat petani gagal panen kami memulainya dengan cara memcari tau apa yang dimaksud dengan gagal panen dan penyebab- penyebab yang mengakibatkan gagal panen bisa terjadi.
4.1.1 Gagal Panen bagi para petani
Bercocok tanam padi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tanaman padi yang dibudidayakan belum tentu berhasil karena sewaktu-waktu bisa saja terjadi, kegagalan panen yang mengakibatkan kerugian dialami karena berbagai faktor yang berada di luar jangkauan petani. Bisa karena banjir, kekeringan, atau serangan hama dan penyakit tanaman. Tingkat kerugiannya sangat beragam, dari termasuk kategori rendah, menengah, sampai gagal total karena sama sekali tidak terpungut hasilnya atau puso.
Bagi petani, kegagalan panen bisa merupakan neraka kecil. Pertama, mereka sudah mengerahkan seluruh modal dan kemampuannya untuk tanaman padi musim tanam tersebut, termasuk modal pinjaman sekali pun. Yang kedua, kemampuan bertahan sebagian besar petani pada setiap musim tanam rata-rata berkisar antara dua dan tiga bulan. Bahkan, dengan bergesernya gaya hidup dan rendahnya nilai tukar petani, kemampuan itu menjadi lebih rendah lagi.
Kemampuan bertahan tersebut sangat dipertaruhkan, terutama pada musim paceklik. Musim ini ditandai dengan makin berkurangnya lapangan pekerjaan di sektor pertanian atau bahkan tidak tersedia sama sekali. Sementara harga kebutuhan pangan, terutama beras, makin meningkat akibat pasokan berkurang.
4.1.2 Faktor- faktor yang mempengaruhi hasil panen
Pengolahan lahan yang kurang baik
Cara mengolah lahan pertanian yang buruk dapat menyebabkan hasil panen yang kurang berkualitas dan bahkan dapat mengalami gagal panen.
Kondisi Air Di Daerah Sekitar Lahan Pertanian
Kekeringan sebagai akibat rendahnya curah hujan di berbagai tempat mengakibatkan debit air permukaan menyusut. Sungai-sungai mengering, bendungan tidak berfungsi optimal, dan volume air waduk menyusut. Gambaran itu merupakan isyarat lampu kuning untuk sektor pertanian. Air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman padi. Walau sampai sekarang belum ada penelitian, air memiliki kontribusi yang tidak kecil dalam menunjang tingkat produktivitas tanaman padi, selain bibit, pupuk, dan perawatan tanaman dari serangan hama dan penyakit tanaman. Kenyataan di lapangan menunjukkan, tanpa air, tanaman padi bisa mati karena kekeringan atau paling tidak produktivitasnya rendah.
4.1.3 Bibit padi
Salahnya pemilihan bibit padi saat penanaman taman padi dapat mengakibatakan kualitas dan kuantitas padi yang kurang baik.
4.1.4 terserang hama dan penyakit-penyakit
Penggerek Batang Padi
Penggerek batang padi merupakan hama yang sangat penting pada padi dan sering menimbulkan kerusakan yang menurunkan hasil panen secar nyata.Terdapatnya penggerek di lapang dapat dilihat dari adanya ngengat dan kelompok telur di pertanaman,dan larva/ulat di dalam batang .Mekanisme kerusakannya adlah larva makan sistem pembuluh tanaman di dalam batang.
Penyakit Blas (Priculria grisea)
Penyakit Blas menginfeksi tanaman padi pada setiap fase pertumbuhan , gejala khas pada daun yaitu bercakberbentuk belah ketupat lebar ditengah dan dan meruncing di kedua ujungnya.Ukuran bercak kira-kira 1,5 x 0,3 , 0,5 cm berkembang menjadi berwarna abu-abu pada bagian tengahnya. Daun-daun pada varietas rentan bisa mati.Bercak penyakit blas sering sukar dibedakan dengan gejala bercak coklat Helminthosporium.
Tungro
Gejala serangan tungro berupa pertumbuhan tanaman terhambat , kerdil , dan jumlah anakan berkurang , daun menguning sampai jingga dari mulai pucuk ke arah pangkal .Tanaman muda lebih rentan.Semakin muda umur tanaman terinfeksi , tanaman semakin menjadi kerdil dan produksinya semakin rendah.
4.2 acara mengatasi gagal panen
Adapun usaha yang dilakukan agar tidak terjadi gagal panen adalah dengan cara sebagai berikut :
4.2.1 Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah yang dilakukan oleh petani – petani tradisional di Indonesia biasanya menggunakan cangkul, Traktor Pembajak, Pembajak dg ditarik Kerbau/sapi.
pertama, tanah sawah yang akan dibajak di rendam air (biar lunak dan gampang nyangkulnya),
kalo sudah selesai dibajak, dikasih herbisida, terus langsung ditanami padi, dibiarkan dulu 5-7 hari untuk menghilangkan racun di herbisida.
4.2.2 Pembuatan Benih dan persemaian.
benih unggul yang dibeli di toko pertanian biasanya hharus direndam dengan air selama 24 jam, lalu ditiriskan biar hilang kandungan air berlebihnya, setelah itu di diamkan selama 48 jam, biar berkecambah dulu benihnya, baru disebar, terus kasih pupuk .
4.2.3 Penanaman
Pada fase ini, banyak yang perlu diperhatikan seperti cara tanam, jarak tanam, jumlah tanaman tiap lobang, dan kedalaman tanam dengan penggarap lahan yang lainnya.
4.2.4Pemeliharaan
Di fase ini yang paling lama dan paling berat, biasanya 2 bulan – 3 bulan baru bisa dipanen. dalam fase ini banyak yang harus dilakukan, mengairi sawah, menyiangi rumput (gulma), menjaga dari hama termasuk ulat dan tikus, menjaga dari burung, dan lain-lain.
4.2.4 Cara Pemberian Pupuk
Yang perlu diperhatikan untuk mengurangi penurunan ketersediaan pupuk adalah waktu dan cara pemberian pupuk. Pemberian pupuk yang tepat selama pertumbuhan tanaman Padi sawah dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Sifat pupuk N umumnya mudah larut dalam air sehingga mudah hilang, baik melalui pencucian maupun penguapan. Untuk mengurangi kehilangan N, pupuk N sebaiknya diberikan secara bertahap, yaitu 1/2 bagian dosis pupuk N serta seluruh dosis pupuk P dan K diberikan pada awal tanam, sedangkan 1/2 dosis pupuk N diberikan pada umur 40 hari setelah tanam. Cara pemberian pupuk yang baik adalah dengan jalan menabur secara merata dipermukaan tanah/sawah dengan kondisi air + 5 cm. Penyusunan acuan rekomendasi pemupukan padi sawah didasarkan hasil-hasil analisa tanah dan hasil penelitian pemupukan padi sawah oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanaian Sultra dan Balai lainnya.
Penentuan rekomendasi pemupukan didasarkan atas status hara tanah dan kebutuhan tanaman. Filosopinya adalah pada tanah dengan status hara yang rendah, respon pemupukan sangat tinggi, status sedang sedikit respon dan pada status hara tinggi tanaman tidak respon lagi. Artinya, pada tanah yang berstatus hara tinggi pemberian pupuk tidak mempengaruhi produksi, status sedang mempengaruhi produksi dan pada status rendah nyata mempengaruhi produksi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
5.1 Hasil Dari Penelitian
Banyak faktor-faktor yang menyebabkan petani gagal panen mulai dari fisik, sosial/ekonomi, dan biologis yang dapat mempengaruhi hasil panen tersebut. namun hal itu dapat diatasi dengan cara pengolahan lahan yang benar, pemberian pupuk, faktor linkungan yang baik dan cara mengatasi hama atau penyakit yang menyerang tanaman padi. Sehingga dapat menghasilkan panen yang kualitas dan kuantitas baik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa petani mengalami gagal panen dikarenakan oleh kendala fisik, sosial/ekonomi, serta faktor biologis lainya yang mempengaruhi hasil panen.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Tanaman padi adalah makan padi khususnya negara indonesia ini namun banyak sekali hal-hal yang dapat menurunkan kualitas dan kuanlitas padi tersebut muali dari faktor bibit, linkungan, penyakit yang menyerang tanaman padi dan masih banyak lainnya. oleh karena itu kita harus mengetahui bagaimana caranya agar para petani mendapatkan kualitas dan kuantitasnya baik dan bermutu. Hal itu dapat dilakuakan dengan cara pemilihan bibit yang berkualitas, air dan tanah yang subur, penyemprotan obat padi agar tidak terserang penyakit, cara mengatasi padi yang terkena hama, dan faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan petani gagal panen.
6.2 Saran
Para petani perlu mengetahui hal-hal yang menyebabkan gagal panen agar tidak mengalaminya. Dan tau bagaimana cara pengolahan atau membibitan taman padi yang benar sehingga dapat menghasilkan panen yang berkualitas dan kuantitas yang baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Buletin peramalan. Balai petanian.2006
www.google.com
file:///D:/Hama-dan-Penyakit-Tanaman-Padi_files/ad_refresher.htm
file:///D:/Hama-dan-Penyakit-Tanaman-Padi_files/like.htm
file:///D:/Hama-dan-Penyakit-Padi_files/DocPage_BetweenPage.htm
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran halaman
1. Catatan kaki ………………………. 4
2. Gambar penyakit blas………………… 7
3. Perbandingan tanaman padi …………… 8
4. Hasil penelitian …………………… 13
