Anisa adalah namaku, aku adalah seorang gadis remaja yang menpunyai teman-teman yang sangat dekat denganku, pangil saja mereka Naila dan Lisa. Pertemanan kami telah berlangsung selama 2 tahun. kami selalu mengunakan pakaian yang super ketat,dan sering membolos saat pelajaran di mulai. Selain itu kamipun tak pernah mengenal ALLAH dengan baik. Bagaimana tidak, orang tua kami tak pernah menggajari kami tentang agama, bahkan orang tua kami tak pernah perhatikan kami. Di rumah yang seharusnya membuat kami merasa nyaman malah seperti di dalam neraka. Mungkin karena merasa senasib kami menjadi teman baik seperti saat ini.
waktu-waktu yang kami lalui hanya dengan suka-suka dan poya-poya. Akan tetapi kami tak pernah merasakan kebahagia yang sebenarnya. Terkadang kami merasa dunia kami ini bagaikan fatamorgana karna semakin kami kejar semakin jauh dunia yang kami inginkan. Tapi entah mengapa perasaan itu terkadang selalu hilang dengan sendirinya.
Di Saat kami ingin meningalkan dunia yang penuh dengan poya-poya ini, selalu ada saja hambatan dan rintangan. dulu kami pernah mulai belajar mengenal allah dan mengikuti perintahNya. Namun hal itu tak berlangsung lama karena kami pikir buat apa kami salat, tapi allah tak pernah mendengar apa yang kami mau selama ini. Hampir setiap hari kami berdoa dalam salat agar kedua orang tua kami bisa bersama-sama seperti orang tua lainnya. Tapi sayang hal itu tak pernah terjadi kepada kami. Hal itulah yang membuat kami merasa Allah tak pernah mendengar doa kami hingga akhirnya kami mulai meningalkan salat, mulai mencicipi alcohol, dan mulai merasakan kekosongan jiwa. Saat Kami menanyakan kekosong jiwa kami pada seorang wanita dewasa penjual minuman. wanita itu menjawab “ah….tidak apa-apa” lalu kami pun berguram “ya emang tidak apa-apa” dengan begitu kami tak memikirkan persoalan itu lagi.
Beberapa hari kemudian di hari Sabtu yang mengherankan untuk ku karena tidak seperti biasanya perut ku merasa sakit, dengan segera aku menuju WC di belakang kelas x.1 di dekat kantin sekolah. Tapi di tengah perjalanan naila dan lisa menghampiri aku dan mengajak ku untuk pulang. Aku pun menyuruh mereka untuk pulang terlebih dahulu.
“ nai, kamu pulang duluan saja” jawab ku
“ akh,,,, emang kenapa??” tanya naila
“ aku, mau ke belakang dulu and udah gitu mau ke TU dulu” jawab ku dengan buru-buru
“ ya dah,,, biar kami tunggu” jawab mereka berdua
“ tak usah lah, nanti aku menyusul” jawabku dengan penuh keringat
“ oke,,,, kami tunggu di tempat biasa “ naila
“ iya , nanti ku kesanah ko” jawab ku
Lalu meraka pergi terlebih dahulu dengan sekuter merah naila.
Karena tak tahan lagi akupun segera ke Wc. Setelah selesai aku bergegas keruangan TU untuk membayar SPP. Beberapa menit kemudian aku segera menyusul mereka berdua. Tapi tiba-tiba di tengah jalan terlihat keramaian orang-orang dan banyak polisi yang mengamankan daerah sekitar jalan H. juanda. Melihat itu aku merasa terheran- heran dengan segera aku tanya pada seorang anak kecil “ de,,,, ada apa ini, ko banyak orang-orang.”
“oh,,,, ini ka ada kecelakaan” jawab anak kecil itu
“ den, ayo pulang” teriak seorang ibu yang mengajak anak kecil itu pulang . lalu anak kecil itu pergi menyusul ibunya dan aku mulai mendekati kerumunan orang- orang. terlihat seorang polisi yang mengangkat sekuter merah ke atas mobil. saat aku perhatikan dengan seksama ternyata itu motor yang tadi di pakai naila dan lisa berangkat ke sekolah, melihat itu aku pun segera menanyakan kepada polisi setempat dan aku mulai mencari informasi dari polisi tersebut ternyata saat mereka mengendarai sekuter dalam keadaan mabuk mendengar itu tak terasa air mata mulai membasahi pipi ku
. Sungguh menyedihkan lalu dengan segera aku pun memberi tahu kedua orang tua mereka . mendengar berita itu mereka histeris dan berteriak-teriak karena sejam yang lalu naila datang dan mengajak papah dan mamahnya untuk pergi berlibur bersama tapi sayang saat naila ke datang kami sedang bertengar . Mendengar itu pantaslah naila mabuk dan bersedih hingga pikiranya kacau, hal itu membuat ku tak bisa tidur hingga pagi pun tiba dan hari ini aku memakai baju hitam-hitam dan mata yang masih senbab ku datang untuk melihat sahabatku untuk yang terakhir kali.
Aku lihat naila dan lisa terbalut kain kapan putih dengan kucuran darah yang masih ada di tubuhnya, dan wajah yang hancur karena tergilas truk besar.
Dalam pikirku “kenapa ini harus terjadi, kenapa semuanya harus seperti ini, kenapa kalian pergi tinggalkan aku sendiri “
Namun saat aku menegok ke samping ternyata ada yang lebih bersedih dari padaku ia adalah kedua orang tua mereka, mungkin mereka merasa menyesal karena telah menyiayiakan hidup anaknya tapi sayang penyesalannya tak lagi berguna karena takkan bisa merubah keadaan, mereka takkan pernah bisa hidup kembali.
Sejak ke jadian itu, rasanya sepi dan tidak ada gairah lagi untuk hidup
Malam harinya, aku bermimpi naila dan lisa sedang menangis dengan penuh kesakitan, aku ingin menariknya untuk pergi namun aku tak mampuh dan terlihat sosok wanita sudah tak asing lagi. Itu adalah seorang wanita penjual minuman di diskotik tempat yang selalu kami datanggi, dan ia tertawa sekeras-kerasnya dan menampakkan wajah aslinya adalah setan yang berhasil menggoda kami untuk mencicipi minuman alcohol. Sungguh terkejut saat aku melihat ia menampakkan wajah asli nya itu. melihat itu aku terus menangis karena tak kuasa melihat naila dan lisa yang menangis kesakitan karena panasnya api yang membara yang membakar kulit dan tubuh mereka . Aku mulai terbangun dalam tidurku yang sangat menyeramkan itu, dengan keringat yang bercucuran aku segera meneguk segelas air putih. Dan saat ku lihat jam di rumahku masih menunjukan pukul 3 pagi dengan segera aku mengambil air wudhu dan aku buka bacaan solat karena telah sekian lama ku tak pernah salat dan aku pun mencoba untuk salat tahajud dan aku pun berjikir hingga pagi, walaupun bacaan ku masih terbata-bata tapi alhamdullilah aku lebih merasa tenang dan lega. Dan Entah mengapa aku merasa bersemangat lagi untuk hidup ini dan aku mulai bersekolah kembali , kebetulan saat aku sekolah adalah hari isro mirad jadi sekolah kami mengadakan tausiah bersama dan mengundang penceramah. Hingga akhirnya aku mulai menyadari bahwa hidup yang aku lalu dulu adalah suatu kesalahan terbesarku karena aku tak membercayai adanya ALLAH, selalu menyalahkannya dan aku berniat dan bertekad untuk mengubah hidupku ini .
Hingga awalnya aku mulai menggunakan pakai yang tidak terlalu ketat dan tak pernah lagi pergi ke diskotik, Dan aku memualai hidup baru dan melupakan masa lalu.
hidupku pun menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tenyata dengan selalu berdoa dan menjalankan perintahnya aku merasa lebih tenang, tak lupa aku selalu berdoa agar naila dan lisa bisa terbebas dari siksaan yang pedih. walaupun itu mimpi tapi aku merasa itu seperti nyata karena bisa membuat aku sadar , bahwa hidup ini hanya sementara dan penuh cobaan . dan bagaimana cara kita dalam menghadapi cobaan apakah kita taat atau malah berpaling kepada allah. Karena allah kita akan memberikan suatu cobaan kalau kita tak dapat menghadapinya.
Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk memakai jiblab dan lebih mendekatkan diri pada allah. Walaupun keluargaku tak seperti yang aku harapakan tapi aku takan pernah seperti dulu lagi karena sekarang aku takan sepi lagi karena aku merasa allah selalu ada menemani dan melindungi aku. Aku habiskan waktuku tetap semangat dan terus tersenyum menghadapi semuanya, biarlah orang tua hanya sibuk mengurusi bisnisnya di luar kota, dan tak pernah memperhatikan aku sedikitpun. Tapi aku selalu berdoa agar keluarku bisa lebih baik lagi.
Terimakasih ya ALLAh kau telah memberi hidayah padaku .
hidayah dalam mimpi
November 9, 2011 oleh dwipratiwi94
